"Risau Sang Angin"
"Wahai insan kabari aku," kata sang Angin
"Akankah masa itu datang?"
"Masa ketika aku harus terbang kepada khalayak..
mengabarkan pada mereka
'dahulu..
di sana pernah berdiri sebuah kekuatan..
kekuatan yang berdiri karena semangat..
karena kecintaan mereka kepada-Nya
karena mengaharap perjumpaan itu..
tapi..ah...sudahlah
itu dulu..
kini yang ada hanyalah
mata-mata yang kosong..
akal yang terbang jauh ke masa dulu..
ketika..
kekuatan itu masih ada..
masih bersama mereka..'"
terdiam sejenak..
Kemudian angin pun berkata kembali,
"Wahai kalian!
akan-kah kubawa ini bersama terbang-terbangku ke penjuru dunia?
adakah jawabmu dapat menenangkan risau-ku?"
dan..
Angin pun menemukan kesepian
tersenyum lalu
melesat ke arahnya
dengan cepat..
menjawab pertanyaan sang Angin
". . ."
22.00 wib
26 Januari 2009
di tempat rak-rak buku berbaris rapi